
Di tahun yang baru dan bumi semakin tua.. Dari sini Bangsa Indonesia tiada henti - hentinya mendapatkan ujian dan cobaan, dari dimulainya bencana "Tsunami","Lapindo" dll, sampai sekarang yang di alami berupa bencana banjir dan longsor yang ada hampir di setiap daerah yang ada di pulau JAWA. Diantaranya berupa :
* 102 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Jawa.
Direktur Pusat Krisis Departemen Kesehatan Indonesia Rustam Pakaya hari ini mengatakan, tercatat 102 orang tewas dalam bencana akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Jawa, dan 21 orang lainnya belum diketahui nasibnya.
Dikatakan juga oleh Bapak Rustam Pakaya, hujan lebat pekan lalu mengakibatkan bobolnya tanggul Bengawan Solo sehingga air bah meluap dan terjadi tanah longsor di sejumlah daerah. Air menggenai sawah ladang, lalu lintas jalan dan kereta api juga terpengaruh serius. Tinggi air di sejumlah daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur kini sudah menurun, tapi bencana di sejumlah daerah lain lebih parah, lebih 60.000 penduduk telah diungsikan. Dan pemerintah setempat telah mengirim obat, makanan dan air minum ke daerah bencana, dan mendirikan klinik keliling bagi korban bencana.
Tapi Dari sini pemerintah memprediksikan sungai-sungai yang ada di Indonesia, Terutama Sungai Ciliwung yang rawan sekali banjir hampir disetiap tahunnya. Prediksi Sungai Ciliwung di tahun 2026 :
* Apabila botol-botol berisi sampel air Sungai Ciliwung yang diambil dari hulu hingga hilir dijajarkan di atas meja, akan terlihat makin ke hilir makin keruh. Itu baru secara kasat mata, Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pemerintah mempertegas bahwa air Sungai Ciliwung, dari hulunya di Kabupaten Bogor sampai hilirnya di Jakarta Utara, telah tercemar berat.
* Pemantauan sejumlah sungai di Indonesia pada tahun sebelumnya, Kementerian Negara Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa kualitas air sungai sangat dipengaruhi oleh limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah peternakan. Dari seluruh sungai yang dipantau, Sungai Ciliwung adalah yang terparah pencemarannya. Hilir yang tercemar berat hanya ditemukan di Sungai Ciliwung. Oleh sebab itu pemerintah menegaskas kepada semua para penduduk masyarakat dan para pemilik pabrik-pabrik dan lagi khusus banjir yang di akibatkan sungai Ciliwung untuk peduli akan bahayanya yang dapat mencemari sungai-sungai terutama sungai Ciliwung yang rawan banjir di setiap tahunnya. Kalau tidak, Wilayah Jakarta dan sekitarnya, yaitu merupakan Ibu Kota Bangsa Indonesia akan tenggelam dan tiada lagi Ibu kota Indonesia akan dikarenakan oleh kurang mempedulikan akan bahayanya sampah-sampah yang di buang di Sungai-sungai. Apabila Wilayah Jakarta dan sekitarnya, masih tetap sama seperti ini di tahun-tahun berikutnya maka dapat di prediksikan tahun 2026 Jakarta dan Sekitarnya menjadi "Lautan", Bukannya Ibu Kota Bangsa Indonesia.